"Pernah
tidak kamu menemukan satu moment dimana ketika sebenarnya ada bnyak hal
yg ingin kamu katakan tapi tiba-tiba saja hilang dalam sekejap ketika
melihat dia dihadapanmu..
Aku pernah."
Kemarin aku bertemu dengannya. Lagi. untuk kesekian kali dipertemukan entah karena memang kebetulan atau memang sudah direncanakan oleh Tuhan untuk bisa dipertemukan hari itu. Aku marah. Dia datang tanpa rasa bersalah. Padahal ya mungkin dia tau, terkahir berhubungan aku memang sedang tidak enak hati dengannya. Dengan sikapnya. Lebih tepatnya begitu. Tapi dia datang seolah tidak terjadi apa-apa. Sesuatu terjadi ketika berhadapan dengan dia. Ada rasa yang entah itu apa. sulit kujelaskan, tapi sesuatu yang akhirnya terlalu mendominasi ku saat itu. Aku tidak bisa bicara. Yang kulakukan hanya menikmati moment itu saja bersama dia. Walau sebentar, hanya berdurasi sekitar 3 atau 5 menit. Dia pergi begitu urusan untuk mengembalikan barang yang dia pinjam padaku selesai. Jujur aku kecewa. Tapi, ya sudahlah.
Beberapa saat, aku mendapatkan pesan dari dia. Dia bertanya aku sedang apa. Ku jawab seadanya saja. Ya, karena memang posisiku saat itu sedang tidak enak dengannya. Pada akhirnya mungkin dia tau aku kalau aku memang sedang marah. Beberapa kali berdebat dengan dia. Tapi kadang dia seolah mengalah. Entah karena memang tidak ingin bertengkar atau mungkin ingin menganggap kalau sebenarnya 'kita tidak punya masalah apa-apa'. Setelah beberapa kali aku bersikeras, akhirnya aku melemah juga. JANJI. lagi-lagi karena itu aku mengalah. lagi-lagi karena itu juga aku 'mash' percaya dia.
Hhh..tapi kadang aku lebih menyukai seperti ini. Bertengkar hebat dengannya dan menyelesaikan masalah daripada harus duduk dengan tenang dan memutuskan untuk berakhir. Semoga tidak terjadi seperti itu.
