Archive for November 2013

Ada alasannya. Dan itu pasti baik :)


.

Aku suka menulis. Ya. suka sekali. Seperti ada rasa tenang dan nyaman ketika bisa menuangkann ide, perasaaan dan hal yang membuat hati jadi senang saat bisa mengeluarkannya dalam bentuk kata-kata. Sederhana sih, aku hanya ingin seperti orang-orang. Punya banyak cerita. Itu saja. Bagi kalian yang kenal aku, atau setidaknya tau dengan aku. Jujur , aku iri dengan kalian. haha..maksudku bukan iri karena marah. Hanya saja kadang aku merasa kurang beruntung karena tidak bisa menggunakan masa-masa remajaku dengan banyak kegiatan seperti misalanya ikut berorganisasi. hhee.
Iya mugkin karena itu juga aku kurang bisa berbaur dengan orang-orang baru. Kadang aku orangnya lebih banyak diam. Tapi, sebenarnya itu tergantung situasi dan kondisi sih. Ada saat dimana aku harus memilih diam dan lebih banyak mendengarkan. Aku cukup tau kapan aku harus bicara dan kapan aku harus lebih peka dengan keadaan. Tapi disatu sisi, kadang aku juga ingin menunjukkan eksistensi aku dalam hal apapun. Akhirnya aku memilih ikut ekskul "paduan suara". hehehe.. Jujur sebenarnya ini bukan bakat, minat ku juga mungkin tidak seantusias orang lain. Aku hanya suka menyanyi. Ya, mungkin itu saja alasannnya. :)
Em, balik ke tulisan..
Iya, kadang aku merasa iri dengan orang yang punya cerita. yang punya problem hidup yang rumit. Aku merasa mereka adalah orang-orang yang beruntung? kenapa? karena mereka dititipkann oleh Tuhan sebuah pelajaran yang berharga tentang bagaimana harus menjadi dewasa dengan cara mereka. Tapi, kadang yang aku lihat, "kebanyakan" banyak yang merasa itu sebagai "beban"
Eh, tapi mungkin itu hanya pendapatku saja karena aku memang tidak merasakan langsung yang meraka rasakan. Hanya beranggapan mungkin yang akan aku lakukan kalau aku jadi dia adalah mungkin begini atauu mungkin bisa jadi begitu. Yah, pemikiran-pemikiran seperti itu yang kadang aku ingin tau. Gimana sih rasanya?
Em, tapi bukan berarti aku tidak bersyukur dengan kehidupan ku yang sekarang. aku sangat sangat berterima kasih kepada Tuhan karena memberikan aku kehidupan ini. Keluarga yang harmonis, Teman teman yang baik. Wah, sepertinya hampir tidak ada konflik yang berarti dalam hidup. Aku selalu bahagia. Mungkin karena itu juga aku merasa hidup ini terlalu datar. Karena itu aku iri. Tapi iri dalam hal positif loh ini :)
Kadang aku juga merasa heran, beberapa teman bahkan kadang merasa ingin menjadi seperti aku. Hidup tenang tanpa beban. Hey, kita berbeda kawan :) harusnya kamu senang karena Tuhan begitu memedulikan kamu hingga Dia dengan khusus selalu memberikan kamu semacam ujian. Em, semacam proses "naik kelas" kamu harus dapet ujian dulu kan?
yahh, tapi seperti yang ku katakan di awal. Aku sangat sangat bersyukur dengan apa yang sudah Tuhan berikan. Aku merasa ini cukup.Aku selalu punya keyakinan bahwa Tuhan pasti punya cara-cara yang berbeda untuk menunjukkan bentuk rasa sayang kepada hambanya. Mungkin denganku ya seperti ini. Harus lebih banyak bersyukur. Ketika diberi kebahagiaan bersyukur, di beri kesusahan juga bersyukur.
Semoga nanti, entah kapan. ketika Tuhan memberikan sesuatu ujian yang memang menurutku itu "berat". Pada akhirnya aku akan menyadari dan berguman seperti ini "Oh, ini maksudnya. terima kasih Ya Alllah :)"

everything happens for a reason- Mama cake

Untuk seorang teman


.

Yang kamu lihat diluar belum tentu sama dengan apa yang ada didalam. Sebenarnya kamu punya satu kelebihan yang orang lain mungkin belum tentu punya. Salah satunya keinginan kamu untuk tetap menjadi diri sendiri ditengah-tengah orang yang memang sangat berbeda dengan kamu. Em, beda pemikiran. Salah satunya begitu. Tapi yang aku salut adalah ketika kamu bisa tetap menghargai apa yang menurut kamu berbeda, kemudian kamu singkornkan dengan realita yang ada. Kamu posisikan diri kamu sebagai orang itu sehingga muncul sebuah rasa empati atau bisa kita sebut sebagai bentuk kepedulian kamu dengan orang lain. Ya aku suka kamu. Cara kamu bicara. Menelaah setiap masalah. memikirkan kedalam. Tidak egois dengan semua hal yang bisa saja memang kamu benar dan orang lain salah, tapi kamu tidak mencoba untuk mendominasi hal itu. Ya. Melihat segala sesuatu tidak hanya dari sisi kamu. Tapi juga dari sisi orang lain. Ah, aku ingin seperti kamu. Bagaimana caranya? Bisa tolong ajari aku..:)

Tempat paling nyaman untuk berbagi (blog)


.

Ada beberapa alasan kenapa aku memilih blog sebagai media tempat aku menceritakan semua hal yang aku lakukan, rasakan atau bahkan sesuatu yang menjadi rahasia pribadiku. Em, simple. Aku adalah tipe orang yang selalu mendengar, tapi tidak terbiasa bercerita. kebanyakan teman yang aku temui selama ini lebih banyak menceritakan tentang hal yang mereka rasakan. Dan aku merasa beruntung bisa menjadi salah satu orang yang mereka percaya dan mereka anggap mengerti tentangg apa yang mereka rasa. Yah, walaupunn tidak merasakan itu secara langsung sih. Tapi, setiap ada yang bercerita, aku selalu mencoba untuk tetap bisa masuk dalam cerita mereka, mencoba untuk antusias dan memahami lebih dalam. Selalu berusaha melihat dari sisi mereka. Bagaimana pola pikir mereka tentang masalah yang dihadapi. Setidaknya begitulah caraku menghargai keberadaan mereka.
Disatu sisi, aku adalah tipe orang yang menganggap segala sesuatu yang apabila masih dalam kontrol ku dan aku masih percaya bisa meng-handle itu sendiri. Aku akan lebih banyak menyimpan masalah itu, tidak suka melibatkan orang lain atau menceritakannya kepada siapapun. Emm, karena itu aku lebih suka menuliskannya di blog. Seperti ini misalnya. :)
Selain itu memang ada hal lain yang aku suka dari menulis. Setiap kali berhasil menulis posting, entah cerita tentang apa saja. Rasanya seperti ada satu kepuasan tersendiri dari aku. Rasanya senang. Ah, susah ku jelaskan. Pokoknya senang saja. Menulis adalah salah satu hal yang aku suka. Aku nyaman ketika bisa berbagi cerita walau hanya lewat tulisan. :)

Pernahkah kamu?


.

"Pernah tidak kamu menemukan satu moment dimana ketika sebenarnya ada bnyak hal yg ingin kamu katakan tapi tiba-tiba saja hilang dalam sekejap ketika melihat dia dihadapanmu..
 Aku pernah."

Kemarin aku bertemu dengannya. Lagi. untuk kesekian kali dipertemukan entah karena memang kebetulan atau memang sudah direncanakan oleh Tuhan untuk bisa dipertemukan hari itu. Aku marah. Dia datang tanpa rasa bersalah. Padahal ya mungkin dia tau, terkahir berhubungan aku memang sedang tidak enak hati dengannya. Dengan sikapnya. Lebih tepatnya begitu. Tapi dia datang seolah tidak terjadi apa-apa. Sesuatu terjadi ketika berhadapan dengan dia. Ada rasa yang entah itu apa. sulit kujelaskan, tapi sesuatu yang akhirnya terlalu mendominasi ku saat itu. Aku tidak bisa bicara. Yang kulakukan hanya menikmati moment itu saja bersama dia. Walau sebentar, hanya berdurasi sekitar 3 atau 5 menit. Dia pergi begitu urusan untuk mengembalikan barang yang dia pinjam padaku selesai. Jujur aku kecewa. Tapi, ya sudahlah.

Beberapa saat, aku mendapatkan pesan dari dia. Dia bertanya aku sedang apa. Ku jawab seadanya saja. Ya, karena memang posisiku saat itu sedang tidak enak dengannya. Pada akhirnya mungkin dia tau aku kalau aku memang sedang marah. Beberapa kali berdebat dengan dia. Tapi kadang dia seolah mengalah. Entah karena memang tidak ingin bertengkar atau mungkin ingin menganggap kalau sebenarnya 'kita tidak punya masalah apa-apa'. Setelah beberapa kali aku bersikeras, akhirnya aku melemah juga. JANJI. lagi-lagi karena itu aku mengalah. lagi-lagi karena itu juga aku 'mash' percaya dia. 
Hhh..tapi kadang aku lebih  menyukai seperti ini. Bertengkar hebat dengannya dan menyelesaikan masalah daripada harus duduk dengan tenang dan memutuskan untuk berakhir. Semoga tidak terjadi seperti itu.

Cerita tentang kamu (mantan)


.

Hari ini aku mendapatkan sebuah pesan dari seseorang. Bukan orang asing sih. Dia memang dulu pernah bersama ku untuk waktu yang tidak lama. Hmm, dia menyapa ku lewat socmed twitter saat itu. Dia bilang "Hai, apa kabar kamu?". Untuk beberapa saat aku tertegun melihat tulisan itu. Ah, jujur aku kengen sekali. Kangen sekali dengan orang yang mengirimkan pesan itu. Dan sekedar kalimat sederhana seperti itu saja sudah bisa membuat aku sumringah untuk sesaat. Aku kembali dari lamunanku. kembali menatap monitor komputer untuk memerhatikan lagi. Sebenarnya niat awalku, aku ingin segera membalasnya. tapi urung ku lakukan karena beberapa kali aku mencoba membalasnya, tapi ternyata tidak semudah itu. Mungkin dia tidak tau, aku harus beberapa kali menulis-menghapus-menulisnya lagi dan akhirnya memutuskan untuk tidak jadi mengirimnya. Ah, damn!
Tapi, akhirnya memang aku balasa juga. Balasan kecil seperti "Iya, aku baik. kalo kamu?' mungkin itu saja cukup.
Sempat khawatir, takut kalau tidak dia balas, eh. ternyata aku salah. Dia membalasnya lagi beberapa kali sampai aku dan dia mungkin tidak ada rasa canggung untuk saling berkomunikasi lagi. Yah, aku senang kalau seperti ini. Bukan karena aku masih menyimpan rasa dengan orang itu, tapi memang hubungan yang seperti ini memang sangat aku inginkan sejak dulu. Orang-orang yang pernah menjadi bagian hidupku. Entah untuk waktu yang lama atau hanya sementara, aku berharap masih bisa berhubungan baik dengan mereka. entah hanya bertegur sapa disocmed ataupun suatu saat mungkin kita berselisih saat dijalan. Setidaknya kita masih bisa sama-sama tersenyum.