Archive for Oktober 2013

Seseorang yang tepat itu (semoga) kamu..


.

Katanya " Untuk bertemu dengan orang yang tepat, kamu harus dipertemukan dengan orang-orang yang salah dulu" Begitu kan? Hhh..

Mungkin sebagian orang atau bahkan kamu sendiri ada yang pernah mengalami ini. Bertemu dengan orang yang menurut kita cocok, sayangnya ketika bertemu kalian dipertemukan di waktu yang  tidak tepat. Entah karena  dia atau mungkin kamu sendiri sudah memiliki seseorang yang lain atau memang karena ada faktor lain yang memang tidak memungkinkan kamu dan seseorang itu bisa bersama. Ya. banyak hal yang bisa terjadi. Ada juga yang seperti ini 'bertemu dengan seseorang yang tidak tepat' kalau yang ini mungkin sering terjadi. Hmm, mungkin sekarang kamu sedang mengalaminya? Ah, semoga beruntung saja..:)

Aku juga berharap, seseorang yang bersama ku sekarang adalah orang yang tepat. Seseorang yang memang sengaja Tuhan titipkan untuk aku. Untuk menjaga aku. Yang tidak hanya memberikan ku rasa bahagia tapi juga kesedihan yang nantinya akan kami lewati bersama. Semoga dia juga yang akan selalu menuntun langkahku. Menenangkan pikiran ku. Menyamankan perasaanku. Ya. semoga sajaa..
Aku hanya berharap demikian..:')

Tentang janji


.

Mungkin sebagian orang pernah berpikir begini "Kadang mudah untuk mengucapkan sebuah janji, tapi sulit ketika harus menepati. Entah itu janji kepada keluarga, teman, sahabat ataupun seseorang yang kita anggap penting. Hmm, kekasih misalnya. Iya, entah kenapa aku jadi teringat janji seseorang. Ah, sepertinya tidak perlu ku sebutkan namanya, tidak penting. Jadi, hari itu aku dan dia,, lebih tepatnya "kami" pernah membuat satu janji.

" ketika salah satu diantara kita berniat untuk berjalan sendiri-sendiri. Ingatkan aku untuk menahanmu pergi" 
Aku masih mengingat itu, bahkan sampai detik ini. Aku masih percaya. Entah kenapa..
Mungkin ini hanya satu dari sekian janji-jani yang pernah dia ucapkan namun belum atau mungkin saja tidak dia tepati. Tapi, sebenarnya mungkin inilah penyebab aku tidak bisa beranjak dari 'zona amanku'. masih merasa posisiku saat ini terlalu nyaman dan akhirnya memilih untuk diam dan bertahan hanya karena takut untuk merasakan sakit. Ya. lebih tepatnya mungkin tidak siap untuk merasakan 'sakit' itu sekarang. 

Mungkin saja seperti itu


.

Mungkin bisa jadi begini. Sebenarnya dia ingin kamu pertahankan, hanya saja kamu terlalu takut kalau dia tidak bahagia denganmu. Bisa saja yang dia rasakan sekarng bukan kebahagian, tapi kesedihan yang dia sadari tanpa kamu ternyata lebih tidak mengenakkan. Mungkin kamu hanya tidak peka, atau mungkin saja dia ingin melihat orang-orang yang benar-benar peduli dengan dia. Makanya dia seperti itu. Ah, entahlah, Ini hanya pemikiran ku saja sebagai seorang wanita. bahkan ketika kami menolak, sebenarnya kami ingin ditahan, sebenarnya kami ingin diperjuangkan. Dan kami akan sangat mengargai usaha kalian untuk tetap memilih kami sebagai wanitamu. Ah, hanya saja kadang kami memang terlalu ego untuk mengakui itu. Gengsi kadang menghalangi kebahagiaan. Begitu kan menurutmu?

Bolehkah aku menyukaimu?


.

"Sepertinya aku mulai menyukaimu?" Begitu katanya. Ah, kenapa aku tidak menyadari itu sejak awal. Kupikir dia memang baik, tapi tidak harus seperti ini seharusnya. Aku baru saja kehilangan seseorang yang bertahun-tahun menemani hari-hari ku. Dan sekarang, seseorang yang baru datang lagi. Ku pikir ini terlalu cepat. Aku hanya tidak ingin menjadikan kamu hanya sebagai teempat singgah atau sebagai pelarian ku atas kegagalan hubungan ku kemarin. Semoga kamu mengerti itu. Ku bilang padanya "Aku sedang berantakan, kamu tau itu. Hatiku masih menyimpan file-file tentang masa lalu tentang dia. Belum sempat ku bereskan, dan tidak berminat untuk merapikannya sekarang. kalau kamu datang sekarang, aku khawatir kamu hanya akan  kecewa. Jadi maafkan aku

Tentang kehilangan


.

Kehilangan itu wajar. Sesuatu yang ada didunia ini tidak ada yang kekal. kamu tau itu. jadi jangan bersedih terlalu lama. Oke, mungkin rasanya akan sedikit sakit, tapi tidak ada yang kekal. begitu juga dengan sakitmu itu. nanti kamu juga pasti akan tertawa lagi, menata hidup kamu yang baru lagi, kamu akan jatuh cinta lagi dan menemukan seseorang yang akan membantu kamu mengobati luka lama mu karena dia. Sudahlah, hapus air matamu itu. Kamu layak dapat yang terbaik, karena kamu baik. kamu hanya harus bersabar sebentar lagi.

Hei, kamu..


.

Hei, kamu tau tidak. rasanya berat kalau harus merasakan kangen ini sendirian sedangkan kamu tidak. Uh, kadang kamu egois. Apa tidak bisa menemaniku sebentar saja, sekadar untuk ngobrol hal-hal lucu tentang kita dulu. rasanya sudah lama kita tidak seperti itu. Iya kan? Kamu ingat terakhir kali kamu dan aku bisa tertawa  lepas tanpa beban? Menertawakan hal yang tanpa kita sadari membuat hubungan kita semakin dekat. Ah, sayangnya aku sudah tidak ingat lagi.

Diseberang jalan


.

Diseberang jalan itu, pernah ada cerita tentang kita. kamu ingat bagaimana cara kita pertama kali bertemu. Aku menangis dihari pertama aku bertemu kamu. Iya, saat itu suasana hatiku sedang kacau dan kamu yang menenangkan ku. Kamu bilang " Tenang, kamu bisa melewati ini" sambil menepuk pundakmu. dan aku hanya bisa tersenyum saat itu. Ada luka yang tak bisa ku sembunyikan ketika aku berada di dekatmu. Mungkin karena saat itu  aku terlalu sedih. Aku berusaha untuk kuat  tapi tidak ada yang bisa ku lakukan selain menangis meratapi kegagalan atas apa yang pernah terjadi. Aku tidak berhasil menjaga dia. Atau mungkin karena memang dia tidak layak untuk aku miliki. Mungkin aku baru menyadarimya saat itu. Hanya saja, aku terlalu bodoh untuk mengakuinya. Aku tidak punya alasan mengapa kamu. Kenapa harus kamu? Dan aku menemukan jawabannya sekarang. Mungkin karena memang harus kamu orangnya. Kamu orang yang memang di titipkan Tuhan untuk aku. Untuk menjaga hatiku agar tidak terluka. Untuk tidak terluka lagi karena dia.